5 Fakta tentang Kekentalan Darah yang Penting Diketahui

Posted on

Dibandingkan kondisi kesehatan lain, kekentalan darah bisa jadi masih jarang diketahui oleh masyarakat.

Seorang ahli mengatakan, pentingnya memperhatikan kadar kekentalan darah sebagai salah satu ukuran kesehatan jantung.

5 Fakta tentang Kekentalan Darah yang Penting Diketahui - alodokter

Berikut beberapa fakta tentang kekentalan darah yang seharusnya diketahui:

  • Faktor yang paling memengaruhi kekentalan darah adalah sel darah merah. Pada wanita, jumlah dan ukuran normal sel darah merah yaitu sekitar 36-46 persen dari volume darah, sementara pada pria sekitar 41-53 persen. Beberapa faktor lain dapat meningkatkan kekentalan darah seperti kadar lipid yang tinggi, obat-obatan tertentu, dan kondisi penyakit lain seperti kanker dan diabetes.
  • Ketika kekentalan darah berlebih maka geraknya akan melambat. Menurut dr. Baumann dari Amerika, hal itu akan meningkatkan risiko saling menempelnya sel-sel darah merah yang kemudian membentuk gumpalan, menghambat asupan oksigen pada organ tubuh, dan memaksa jantung bekerja lebih keras sebagai upaya memenuhi asupan oksigen sel-sel tubuh.
  • Sebuah studi mengungkap, kekentalan darah berkaitan dengan risiko lebih tinggi menderita serangan jantung. Demikian juga risiko stroke yang lebih tinggi. Meskipun demikian, bukti ilmiah belum cukup kuat membuktikan kekentalan darah yang berlebihan, sama pengaruhnya dengan tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi, dalam memicu penyakit berbahaya tersebut.
  • Tingkat low-density lipoprotein (LDL) dan peradangan dapat memengaruhi kekentalan darah. Semakin tinggi LDL, atau sering disebut dengan kolesterol buruk, maka demikian pula dengan kekentalan darah. Peradangan kronis juga dapat meningkatkan kekentalan darah yang berlebihan, sebagaimana halnya juga terjadi pada orang dengan kebiasaan merokok.
  • Anemia dapat memengaruhi kekentalan darah hingga tingkat yang mengancam jiwa. Efek anemia yang berat dapat menyebabkan gagal jantung. Gejala anemia yaitu pusing, lemah, tidak enak badan, sulit konsentrasi, atau kadang disertai dengan sesak napas.

Minimalisir Risiko dengan Pola Hidup Sehat

Risiko kekentalan darah berlebih dapat diminimalisir dengan pola hidup sehat. Seorang spesialis jantung mengemukakan program tujuh langkah yang perlu dilakukan untuk menurunkan kekentalan darah sehingga terhindar dari sakit jantung dan stroke. Empat  langkah awalnya adalah berhenti merokok, menerapkan pola makan sehat, berolahraga dan mengelola stres dengan baik.

Berhenti merokok akan mengurangi risiko pembentukan gumpalan darah dan serangan jantung. Pola makan dapat diperbaiki dengan mengurangi asupan lemak. Olahraga akan membantu membuat aliran darah lebih lancar, sehingga dapat meningkatkan kesehatan pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, mengurangi kolesterol, dan berbagai manfaat lainnya.

Kemudian, tiga langkah selanjutnya yaitu mendonasikan darah, minum air 10-12 gelas per hari, dan mengonsumsi aspirin dosis rendah untuk menghindari penggumpalan darah. Langkah terakhir, seharusnya melalui konsultasi dokter.

Selain itu, upayakan untuk mengurangi berat badan, serta mengecek kadar kolesterol dan tekanan darah secara teratur agar tetap dalam batas normal. Langkah-langkah di atas dapat mengurangi risiko serangan jantung yang pada dasarnya terkait dengan aliran darah.

Meski demikian, ada sebagian orang yang memiliki kecenderungan pembentukan gumpalan darah lebih tinggi karena alasan genetik. Untuk kalangan tersebut, perlu bantuan obat atau perawatan khusus untuk menjaga aliran darah tetap lancar.

Terapkan gaya hidup sehat untuk menjaga kekentalan darah tetap normal agar kesehatan jantung terjaga. Jika Anda memiliki kecenderungan gangguan kekentalan darah secara genetik, konsultasikan dengan dokter untuk mencegah risikonya.

Demikianlah postingan yang bertema kesehatan kali ini, semoga saja postingan yang berjudul 5 Fakta tentang Kekentalan Darah yang Penting Diketahui dapat memberikan manfaat kepada anda, setidaknya sebagai informasi tambahan dalam perawatan kesehatan sehari-hari.

Terimakasih… 🙂

Source link