Bagaimana Menghindari Melahirkan dengan Operasi Caesar?

Posted on

Praktik caesar menjadi kian populer untuk dijadikan pilihan prosedur persalinan, namun terkadang sayangnya tidak disertai alasan yang bersifat darurat medis. Padahal menurut laporan, tingkat kematian menjadi tiga kali lebih tinggi pada para ibu yang menjalani caesar jika dibandingkan dengan ibu yang melahirkan normal. Selain itu perlu diketahui bahwa tindakan caesar pada ibu yang belum mengalami kontraksi dapat menyebabkan peningkatan risiko masalah pernapasan pada bayi mereka.

Seorang pakar kandungan berpendapat bahwa saat ini sebagian besar wanita yang menjalani proses persalinan secara normal bisa membutuhkan waktu yang lebih panjang. Oleh karena itu pedoman terbaru asosiasi dokter kandungan internasional menyatakan bahwa para wanita hamil yang memiliki risiko gangguan kehamilan rendah sebaiknya diizinkan untuk dapat menghabiskan lebih banyak waktu pada tahap pertama melahirkan. Hal ini demi menghindari tindakan operasi caesar yang sebenarnya tidak diperlukan.

Bagaimana Menghindari Melahirkan dengan Operasi Caesar - Alodokter

Dokter harus lebih sabar selama menangani proses persalinan dan bukannya bergegas untuk memilih jalan operasi. Memang benar bahwa tujuan caesar adalah untuk menyelamatkan nyawa Bunda dan bayi bila terjadi komplikasi persalinan, namun begitu cepatnya peningkatan jumlah tindakan caesar telah meningkatkan kekhawatiran bahwa caesar terlalu berlebihan dan dilakukan tanpa alasan yang jelas.

Sebagai langkah aman, ada baiknya Bunda mengupayakan persalinan normal. Untuk itu, berikut adalah beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk menghindari operasi caesar, baik yang dilakukan selama menjalani kehamilan maupun selama menjalani proses melahirkan.

Menjaga berat badan selama masa kehamilan

Selama kehamilan, Bunda dianjurkan untuk menghindari pertambahan berat tubuh yang berlebihan. Seorang pakar ginekologi mengatakan bahwa dari penelitiannya ditemukan bahwa obesitas kemungkinan menjadi faktor meningkatnya tindakan operasi caesar. Ibu hamil yang obesitas berisiko mengalami komplikasi kehamilan, termasuk diabetes gestasional, hipertensi, maupun pembekuan darah. Kesemuanya itu merupakan pemicu utama adanya rekomendasi dilakukannya caesar. Untuk mendapat berat tubuh yang ideal selama hamil, Bunda dapat melakukan beberapa langkah di bawah ini.

  • Rutin berolahraga ringan. Berjalan kaki, berenang, maupun senam ibu hamil adalah kegiatan yang bisa dilakukan. Bunda juga dapat memilih yoga yang telah terbukti dapat memperbaiki kualitas tidur dan mengurangi stres ibu hamil. Selain itu, yoga juga dapat membuat otot Bunda lebih kuat, fleksibel, dan menambah daya tahan untuk melahirkan. Yang terpenting, yoga juga dapat membantu mengurangi risiko persalinan prematur dan masalah persalinan lainnya yang dapat memicu tindakan caesar. Sepanjang disetujui oleh dokter atau bidan, kegiatan ini dapat membantu Bunda untuk tetap bugar dan siap memenuhi tuntutan persalinan.
  • Hindari latihan dengan posisi telentang setelah trismester pertama kehamilan. Hindari juga segala aktivitas yang berisiko membuat Bunda terjatuh.
  • Terapkan pola makan sehat dan seimbang yang mencakup empat kelompok makanan, yaitu:

Sayur dan buah

Dalam sehari, Bunda perlu mengonsumsi 5 porsi buah segar, dan 3-4 takaran saji sayuran segar.

Susu atau produk susu

Bunda dianjurkan mengonsumsi 2-3 takaran saji produk susu seperti yoghurt dan keju padat.

Protein

Daging merah, ikan yang bebas merkuri, kedelai atau tahu, maupun telur. Protein harian yang dibutuhkan sebanyak maksimal 170 gram.

Biji-bijian

Beras, pasta, sereal, atau roti sebanyak 6-8 takaran saji per hari.

Memilih bidan

Bunda mungkin memilih bidan untuk menolong melahirkan secara normal. Pastikan bidan bersertifikat dan tanyakan rekanan dokter dan rumah sakit yang dimiliki jika nantinya ternyata Bunda mengalami komplikasi persalinan. Sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa bidan, pastikan kehamilan Bunda berjalan normal karena tidak dianjurkan melahirkan di bidan bila bunda memiliki kehamilan dengan risiko tinggi, seperti hamil bayi kembar, memiliki masalah kesehatan kronis, tekanan darah tinggi maupun diabetes gestasional. Ada baiknya Bunda memeriksakan kehamilan di dokter kandungan terlebih dahulu.

Mencukupi kebutuhan istirahat menjelang persalinan

Sebagian besar ibu hamil membutuhkan lebih banyak istirahat daripada yang mereka kira. Ini karena proses melahirkan akan membuat tubuh lebih lelah dari biasanya. Namun, di sisi lain Bunda mungkin kesulitan untuk tidur. Cobalah berbaring dengan posisi yang nyaman, misalnya miring ke kiri dengan kaki ditekuk. Bunda juga bisa menggunakan beberapa bantal untuk menyangga punggung agar lebih nyaman. Mengupayakan untuk cukup istirahat menjelang persalinan sangat penting agar fisik Bunda dapat memenuhi tuntutan persalinan tanpa intervensi medis seperti caesar.

Kenali waktu persalinan yang tepat

Pergilah ke bidan atau rumah sakit bila Bunda mengalami tahap persalinan aktif, artinya pembukaan leher rahim sudah mencapai 6 cm, bukan 4 cm. Terlalu dini datang ke rumah sakit untuk persalinan ketika Bunda masih dalam tahap awal melahirkan dapat memicu intervensi yang tidak perlu selama melahirkan, termasuk caesar.

Perlu diingat bahwa fase pertama melahirkan merupakan yang terlama dan ditandai dengan kontraksi ringan. Bila Bunda masih dalam fase ini, cobalah untuk berjalan mondar-mandir dan sesekali jongkok untuk membantu progres berlanjut secara normal dan sehat sehingga Bunda mencapai tahap persalinan aktif. Bila sudah di tahap persalinan aktif, pergilah ke rumah sakit atau bidan.

Demi kesuksesan dan kelancaran persalinan, diperlukan komunikasi yang baik di antara dokter atau bidan dengan pasien agar keputusan medis yang diambil menjadi solusi tepat bagi Bunda dan bayi. Oleh karena itu, Bunda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan sebelum melahirkan. Tanyakan bagaimana kebijakan mereka tentang persalinan. Utarakan keinginan Bunda untuk melahirkan secara normal dan pastikan dokter yang dipilih adalah yang menghormati keinginan Bunda untuk melahirkan normal. Bila memungkinkan, tanyakan berapa ‘tingkat caesar primer’ mereka yang menggambarkan seberapa besar persentase kemungkinan dokter melakukan tindakan caesar pertama. Angka tingkat caesar primer idealnya sekitar 15-20 persen. Tanyakan juga apakah dokter tersebut menggunakan teknik untuk membantu persalinan normal, termasuk forcep.

Selain itu, upayakan menghindari induksi selama melahirkan bila Bunda dan bayi dalam kondisi baik-baik saja untuk melanjutkan persalinan. Penelitian menunjukkan bahwa induksi selama proses persalinan dapat melipat-gandakan kecenderungan dilakukannya caesar.

 

Cukup sekian postingan yang bertema ibu hamil dan anak kali ini, semoga saja postingan yang berjudul Bagaimana Menghindari Melahirkan dengan Operasi Caesar? ini dapat memberikan manfaat kepada anda, setidaknya sebagai informasi tambahan tentang ibu hamil dan cara merawat bayi.

Terimakasih…:-)

Source link