Manfaat Tumbuhan Mangrove Sebagai Tanaman Obat

Posted on

Manfaat Tumbuhan Mangrove Sebagai Tanaman Obat – Tumbuhan mangrove atau biasa juga disebut tumbuhan bakau di Indonesia merupakan yang terbanyak di dunia, baik dari segi kuantitas area (+ 42.550 km2) maupun jumlah species (+ 45 species) (Spalding et al. 2001). Mangrove mempunyai banyak sekali manfaat yang bersinggungan langsung dengan kehidupan manusia di daratan, mulai dari manfaat ekologi sampai dengan sebagai sumber pangan dan obat.

Fungsi utama hutan bakau atau mangrove adalah sebagai pelindung garis pantai dari abrasi atau pengikisan, serta meredam gelombang besar termasuk tsunami. Namun terlepas dari itu tanaman mangrove atau bakau ternyata memiliki manfaat lain yaitu sebagai tanaman obat.

Maka sangatlah sayang bila potensi ini tidak kita gali dan manfaatkan semaksimal demi kepentingan bersama .Banyak perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang telah mengeksplorasi berbagai tumbuhan sebagai sumber obat namun belum banyak melirik khasiat pada tumbuhan mangrove. Tulisan ini mencoba untuk mengangkat dan memasyarakatkan potensi tersebut.

Manfaat Tumbuhan Mangrove Sebagai Tanaman Obat

Sebagian besar bagian dari tumbuhan mangrove bermanfaat sebagai bahan obat (Tabel 1). Ekstrak dan bahan mentah dari mangrove telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir untuk keperluan obat-obatan alamiah. Campuran senyawa kimia bahan alam oleh para ahli kimia dikenal sebagai pharmacopoeia. Sejumlah tumbuhan mangrove dan tumbuhan asosiasinya digunakan pula sebagai bahan tradisional insektisida dan pestisida.

Tabel Manfaat Tumbuhan Mangrove Sebagai Tanaman Obat

[su_table]

Nama Latin Jenis Mangrove Manfaat
Acanthus ilicifolius *** Aphrodisiac (perangsang libido), asma, (buah); diabetes, diuretic,
hepatitis, leprosy (buah, daun dan akar); neuralgia, , cacing gelang,
rematik, penyakit kulit, sakit perut (kulit batang, buah dan daun).
Avicennia alba *** Antifertilitas, penyakit kulit, tumor, borok (resin).
Avicennia marina *** Rematik, cacar, borok (batang).
Avicennia offinalis *** Aphrodiasiac, diuretic, hepatitis (buah), leprosy (kulit batang).
Bruguiera cylindrical *** Hepatitis (buah, daun dan akar).
Anti tumor (kulit batang)
Bruguiera exaristata *** Sakit mata (buah).
Bruguiera gymnorrhiza *** Menahan pendarahan (kulit batang).
Ceriops tagal * Infeksi telinga (bunga)
Hisbiscus tiliaceus * Disengat ubur-ubur (daun)
Ipomoea pes-capre * Anti fertilitas, asma, diabetes, dipatuk ular (buah).
Lumnitzera racemosa ** Asma, diabetes, kusta, rematik, dipatuk ular (daun, buah).
Nypa fructicans *** Demam (daun, akar); borok (daun); rematik, kudis (daun, tunas);
Pluchea indica ** sinusitis (kulit batang, batang).
Rhizophora apiculata *** Anti muntah, antiseptik, diare, haemostatic (kulit batang); hepatitis (kulit
batang, bunga, buah, daun); menghentikan perdarahan, typhoid (kulit
batang).
Rhizophora mucronata *** Beri-beri, febrifuge, haematoma (kulit batang); hepatitis (kulit batang,
bunga, daun, akar); borok (kulit batang).
Sonneratia alba *** Bengkak dan keseleo (buah)

[/su_table]

Sumber : Bandaranayake (1998).
Keterangan: *** mangrove sejati, ** mangrove minor, * mangrove assosiasi

Linneous seorang pakar botani memberi nama salah satu tumbuhan mangrove yang penting dan sebarannya sangat luas sebagai penghargaan terhadap seorang Doktor berkembangsaan Arab yang terkenal, Abu Sina (dilatinkan sebagai Avicennia; 980-1036 AD), beliau juga dikenal sebagai seorang psikolog dan filosof. Negara Arab mengembangkan kekayaan pharmacopoeia dari berbagai spesies mangrove.

Beberapa senyawa metabolit baru-baru ini dengan struktur kimia dan tergolong salah satu diversitas dari ‘kelas-kelas kimia’ telah dikarakterisasi dari tumbuhan mangrove dan tumbuhan asosiasinya. Di antara yang terbaru ditemukan adalah gugus substansi dari getah dan perekat sampai senyawa alkaloid dan saponin dan beberapa senyawa lainnya yang terkait dengan industri obat-obatan, seperti halnya: derivat benzoquinone, naphthoquinone, naphthofurans, flavonoid, polyfenol, rotenone, flavoglican,
sesquiterpene, di- dan triterpene, limonoid, minyak esensial, sterols, karbohidrat, o-metil-inositol, gula, iridoid glikosida, alkaloid dan asam amino bebas, feromon, gibberellin, forbol ester, keterosiklik oksigen, senyawa sulfur, lemak dan hidrokarbon, alcohol alipatik rantai panjang dan lemak jenuh, asam lemak bebas termasuk PUFAs (asam lemak tak jenuh ganda).

Selain itu mangrove kaya akan senyawa steroid, saponin, flavonoid dan tannin. Senyawa saponin dari tumbuhan adalah glikosida dari triterpene dan steroid, yang larut dalam air dan mempunyai kemampuan membentuk buih sabun bila dikocok di air. Penggunaan saponin sebagai deterjen alam dan racun ikan telah dikenal oleh masyarakat tradisional. Sifat farmatikal yang berhubungan dengan obat Cina ‘ginseng’ merupakan atribut dari senyawa saponin. Saponin tumbuhan seperti halnya dioscin, bernilai komersial setelah ditemukan sebagai bahan untuk hormone steroid sintetis (Correl, et al. 1955).

Manfaat lain dari saponin adalah sebagai spermisida (obat kontrasepsi laki-laki); antimikrobia, anti peradangan, dan aktivitas sitotoksik (Mahato et al., 1988). Salah satu tumbuhan mangrove penghasil saponin steroid dan sapogenin adalah Avicennia officinalis yang banyak tumbuh di pesisir Indonesia.

Perkembangan pengobatan penyakit AIDS juga mendapatkan sumber bahan baru, seperti inhibitor HIV-1 telah dikarakterisasi dari spesies Calophyllum inophyllum yang tumbuh di Malaysia. Kandungan kimia spesies ini juga berpotensi sebagai senyawa untuk anti kanker (Tosa et al., 1997). Saponin triterpenoid dari Acanthus illicifolius menunjukkan aktivitas anti leukemia, paralysis, asma, rematik serta anti peradangan; dan alkaloid dari Antriplex vesicaria juga berkhasiat sebagai senyawa bakterisida (Kokpol et al., 1984).

Untuk kepentingan analgesik (pembiusan), senyawa dari Acanthus illicifolius, Avicennia marina, dan Excoecarcia agallhocha mempunyai khasiat bius namun efektivitasnya masih sedikit di bawah khasiat morfin.

Manfaat Tumbuhan Mangrove Sebagai Tanaman ObatDi Thailand dan pulau Jawa, daun dan akar dari Pluchea indica (nama daerah: beluntas) dilaporkan berkhasiat astringent dan antipiretik dan juga sebagai obat penurun panas. Daun segarnya digunakan sebagai obat borok dan bisul. Rokok yang terbuat dari kulit batangnya dimanfaatkan sebagai pengurang sakit sinusitis. Di Indo-China, daun dan tunas muda yang ditumbuk dan dicampur alkohol digunakan sebagai obat rematik dan sakit kudis.

Eksplorasi kandungan kimia tumbuhan mangrove sangat diperlukan untuk menemukan agen-agen terapi baru dan informasi ini sangatlah penting bagi masyarakat. Ada dua alasan penting perlunya studi kandungan kimia tumbuhan mangrove. Pertama, mangrove merupakan salah satu hutan tropis yang mudah berkembang dan belum banyak termanfaatkan. Kedua, aspek kimia tumbuhan mangrove sangat penting karena potensinya untuk mengembangkan agrokimia dan senyawa bernilai medis.

Secara tradisional tanaman mangrove dipakai sebagai obat penawar gigitan ular, rematik, gangguan alat pencernaan dan lain-lain, Air buah dan kulit akar mangrove muda dapat dipakai mengusir nyamuk. Air buah tancang dapat dipakai sebagai pembersih mata. Kulit pohon tancang digunakan secara tradisional sebagai obat sakit perut dan menurunkan panas. Namun Getah sejenis pohon yang berasosiasi dengan mangrove (blind-your-eye mangrove) atau Excoecaria agallocha dapat menyebabkan kebutaan sementara bila kena mata, akan tetapi cairan getah ini mengandung cairan kimia yang dapat berguna untuk mengobati sakit akibat sengatan hewan laut.

Demikianlah ulasan singkat mengenai manfaat tumbuhan bakau sebagai tanaman obat dalam artikel ini, semoga ulasan dalam artikel berjudul Manfaat Tumbuhan Mangrove Sebagai Tanaman Obat ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca terutama dalam memberikan gambaran tentang Manfaat Tumbuhan Mangrove Sebagai Tanaman Obat.

Terima Kasih…!!! 🙂

Sumber : Jurnal Biota . IX (2), Juni 2004