Advertisement

Penting! Ini 7 Kesalahan dalam Menyiapkan Susu Bubuk Formula

Advertisement

Memberikan air susu ibu (ASI) merupakan pilihan terbaik bagi bayi. Namun, beberapa kondisi tertentu membuat hal itu tidak memungkinkan, sehingga bayi harus diberikan susu bubuk formula.

Selain susu bubuk formula, sebenarnya ada jenis lain yaitu susu formula cair siap minum dan susu formula cair terkonsentrasi. Hanya saja, sebagian besar orang tua memilih susu bubuk formula karena harganya yang lebih terjangkau.

Penting ini 7 kesalahan dalam menyiapkan susu formula - alodokter

Dari segi persiapan, susu bubuk formula memang membutuhkan lebih banyak perhatian dibanding dua jenis lainnya. Untuk susu formula siap minum, orang tua hanya perlu membuka kemasan dan memasukkannya dalam botol. Sementara itu, susu formula cair terkonsentrasi perlu menambahkan air sesuai takaran yang disebutkan.

Agar manfaat susu bubuk formula optimal, perlu dilakukan langkah tepat. Berikut beberapa kesalahan yang seringkali dilakukan saat menyiapkan susu bubuk formula dan cara mencegahnya :

  • Menggunakan air yang terlalu panas.

Untuk membuat susu larut, banyak orang tua yang menganggap air baru mendidih sebagai solusi yang terbaik. Padahal, sebaiknya suhu air untuk melarutkan susu bubuk formula yaitu temperatur sekitar 70 derajat Celcius. Untuk cara mudahnya yaitu mendiamkan air sekitar 30 menit setelah mendidih. Alasannya, air panas diperlukan agar membunuh bakteri yang mungkin ada dari susu bubuk formula, namun tidak sampai terlalu panas untuk mulut Si Kecil.

  • Menaruh susu bubuk sebelum air.

Agar dapat memperoleh takaran yang sesuai, masukkan air terlebih dahulu ke dalam botol. Cek lagi apakah jumlah air yang dibutuhkan sudah sesuai. Gunakan sendok takaran yang biasanya disediakan dalam kemasan susu formula.

  • Memasukkan susu bubuk lebih atau kurang dari takaran.

Isi sendok takaran secukupnya, jangan terlalu sedikit atau terlalu banyak Hindari pula menambahkan susu bubuk formula terlalu banyak, karena dapat membuat bayi mengalami dehidrasi dan bayi susah buang air besar. Sebaliknya, jika susu bubuk formula terlalu sedikit maka akan membuat bayi kekurangan nutrisi. Hindari juga menambahkan gula atau sereal dalam susu formula.

  • Menyentuh ujung dot saat menyiapkan susu.

Setelah susu bubuk formula sudah dimasukkan ke dalam botol, tidak jarang orang tua memilih memegang ujung dot. Dianjurkan memegang di pinggiran dot. Kemudian untuk memastikan susu larut, kocoklah dengan hati-hati setelah terlebih dahulu menggunakan penutup dot.

  •  Memberikan susu dengan suhu yang terlalu panas.

Sebelum memberikan susu bubuk formula pada bayi, sebaiknya teteskan di pergelangan tangan. Pastikan suhunya cukup hangat atau tidak terlalu panas. Disarankan untuk menggunakan air yang baru saja dipanaskan. Hindari menggunakan air yang dipanaskan ulang. Jika perlu mendinginkan, siram botol dengan air mengalir dari kran. Namun, pastikan botol tertutup dan tidak kemasukan air.

  • Memberikan sisa susu formula

Segera buang sisa susu formula yang telah didiamkan lebih dari satu jam. Bahkan, sisa susu formula yang dimasukkan ke dalam lemari pendingin pun dapat mengundang bakteri. Meski sekilas hal itu sangat disayangkan, namun penting memerhatikan hal ini untuk menjaga kesehatan bayi.

  • Menghangatkan susu dalam microwave

Kadang orang tua ingin tindakan praktis dalam menghangat susu dengan microwave. Namun hindari tindakan tersebut, karena dapat memanaskan susu secara tidak rata dan berisiko menyebabkan lidah dan mulut bayi terbakar.

Yang tidak kalah penting saat menyiapkan susu bubuk formula yaitu mencuci tangan dengan air dan sabun, kemudian dikeringkan. Demikian juga menjaga kebersihan perlengkapan dot dan botol. Cuci bersih dengan menggunakan sabun khusus, kemudian, sterilisasi peralatan tersebut.

Cukup sekian postingan yang bertema ibu hamil dan anak kali ini, semoga saja postingan yang berjudul Penting! Ini 7 Kesalahan dalam Menyiapkan Susu Bubuk Formula ini dapat memberikan manfaat kepada anda, setidaknya sebagai informasi tambahan tentang ibu hamil dan cara merawat bayi.

Terimakasih…:-)

Source link