Advertisement

Susu UHT: Ketahui Fakta dan Mitosnya di Sini

Advertisement

Untuk memperpanjang masa konsumsi, produk susu bisa mendapatkan proses ultra-high temperature atau proses pengolahan bertemperatur sangat tinggi. Produk susu yang telah menjalani prosedur ini lazim disebut dengan nama susu UHT.

Dalam prosesnya, susu akan diberikan suhu hingga di atas 135 derajat Celsius selama 1-2 detik. Tujuan pemanasan menggunakan suhu sangat tinggi dalam waktu singkat tersebut guna membunuh spora di dalamnya. Setelah itu, susu akan dikemas secara steril dan memiliki masa konsumsi selama 6-8 bulan tanpa perlu disimpan di lemari pendingin. Hanya saja, panjangnya masa konsumsi tersebut berlaku selama kemasan tidak dibuka.

susu uht ketahui fakta dan mitosnya di sini - alodokter

Mitos dan Fakta Terkait Susu UHT

Mengingat prosesnya yang berbeda dari susu biasanya, banyak yang khawatir dengan kandungan gizi dan tingkat keamanan susu UHT. Beberapa anggapan di bawah ini merupakan kesimpulan yang perlu diperjelas terkait kualitas susu UHT jika dibandingkan dengan susu segar.

  • Tidak efektif untuk mencegah osteoporosis

Banyak yang menganggap bahwa susu segar jauh lebih efektif dalam mencegah penyakit osteoporosis. Ternyata kesimpulan tersebut hingga saat ini masih mitos belaka. Faktanya, belum ada literatur ilmiah yang mendukung klaim-klaim tersebut.

Penelitian justru menyatakan bahwa baik susu yang telah diproses dengan mesin UHT atau pasteurisasi tetap tidak mengubah bioavailabilitas (kecepatan penyerapan dan peredaran) kalsium di dalam susu. Setidaknya hal ini sudah dibuktikan melalui eksperimen yang menggunakan tikus sebagai hewan percobaan. Selain itu, penelitian juga dilakukan kepada manusia dengan menggunakan air susu ibu (ASI). Pada kenyataannya, antara ASI yang dipanaskan dan tidak dipanaskan, tidak memengaruhi proses penyerapan dan retensi kalsium, fosfor, dan natrium pada bayi prematur.

  • Kandungan gizi berubah drastis

Proses pemanasan dengan suhu tinggi dalam beberapa waktu telah memicu banyak pertanyaan, apakah teknik tersebut mengubah kandungan gizi dalam susu UHT? Faktanya, proses UHT berakibat kepada penurunan jumlah vitamin dalam jumlah yang kecil, di bawah 20 persen.

Meski mengalami penurunan, hal tersebut umumnya tidak merugikan konsumen yang menjalani diet seimbang. Lagipula, hilangnya vitamin yang terjadi selama proses pemanasan biasanya akan diganti oleh produsen. Pihak produsen bisa menambahkan beberapa vitamin ke dalam produk susu UHT mereka.

  • Perubahan proporsi lemak dan protein susu

Pengaruh proses pengolahan UHT yang dilakukan terhadap susu juga sering dipertanyakan, terutama terhadap kandungan lemak dan protein di dalam susu. Faktanya, proses pemanasan dan denaturalisasi baik melalui UHT maupun pasteuriasi memang akan mengubah lemak susu baik secara fisik maupun kimia. Namun, perubahan yang terjadi hanya sedikit saja. Selain itu, proses denaturalisasi tetap tidak memengaruhi nilai gizi keduanya.

Lemak susu sendiri memberi pengaruh yang signifikan terhadap nilai gizi susu karena di dalamnya terkandung sebagian besar vitamin A, B, D, dan kalsium. Untuk mengetahui kandungan gizi sebuah produk susu secara lebih lengkap, jangan lupa untuk membaca label nutrisi yang tertera di kemasan dengan saksama.

Mengungkap fakta-fakta terkait susu UHT ternyata tidak seseram yang diduga. Maka dari itu, kini tidak perlu ragu untuk mengonsumsinya. Hanya saja, pada usia dan golongan tertentu, seperti bagi bayi, balita, dan ibu hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

Demikianlah postingan yang bertema kesehatan kali ini, semoga saja postingan yang berjudul Susu UHT: Ketahui Fakta dan Mitosnya di Sini dapat memberikan manfaat kepada anda, setidaknya sebagai informasi tambahan dalam perawatan kesehatan sehari-hari.

Terimakasih… 🙂

Source link