Yuk, Kenalan dengan Gula Rafinasi dan Teman-temannya

Posted on

Gula pasir adalah jenis gula yang paling sering digunakan.  Tetapi ternyata ada jenis-jenis gula lain, seperti gula rafinasi yang warnanya lebih putih dan punya tingkat kemurnian yang lebih tinggi.

Gula mentah sebagai hasil olahan pertama adalah sukrosa yang disintesis dari tebu dan belum dapat dikonsumsi secara langsung. Setelah diolah lagi, gula mentah akan menjadi gula rafinasi. Pada pemrosesan untuk menjadi gula rafinasi, kandungan molases (cairan kental yang mengandung gula) telah dihilangkan.

gula rafinasi-alodokter

Pembuatan gula rafinasi dimulai dari kristal gula mentah yang direndam untuk dilembutkan di dalam sirop terkonsentrasi. Hal ini dilakukan guna menghilangkan lapisan cokelat pada kristal tanpa membuatnya larut. Kristal yang telah bersih, kemudian dicampurkan ke dalam cairan yang kemudian disaring dari kotoran-kotoran yang tertinggal. Cairan larutan gula ini kemudian direbus dan didinginkan hingga terbentuk kristal gula putih. Gula rafinasi ini banyak digunakan di dalam berbagai industri karena lebih murni dan berpenampilan lebih bersih dibandingkan gula mentah.

Selain gula rafinasi, masih ada jenis-jenis gula lainnya.

  • Gula pasir: paling umum digunakan sebagai pemanis pada minuman yang lebih nikmat disajikan hangat, seperti teh atau kopi. Gula ini bisa digunakan untuk bahan tambahan membuat makanan buatan rumah juga. Gula pasir kerap digunakan sebagai pengawet pada produk-produk selai dan manisan buah.
  • Gula cokelat: gula pasir berwarna cokelat terang ataupun gelap akibat paduan sisa cairan gula atau butiran yang sengaja dicampur dengan cairan gula. Gula jenis ini umumnya digunakan di dalam pembuatan permen dan roti.
  • Gula rendah kalori: terbuat dari maltodextrin, yaitu polisakarida sintetik yang mudah dicerna, seperti aspartam, stevia, sakarin, atau sukralosa.
  • Sirop: gula sirop menjadi bahan yang digunakan produsen untuk dicampurkan pada produk minuman instan, kue, dan roti. Gula jenis ini digunakan untuk menghindari pengkristalan gula dan untuk menyimpan kelembapan.
  • Gula cair: merupakan sirop yang dibuat dari sekitar 60 persen gula pasir yang dilarutkan di dalam air. Gula ini digunakan dalam pembuatan produk skala besar, seperti permen, es krim, selai roti, dan minuman.
  • Gula giling: disebut juga gula bubuk yang digunakan untuk melapisi kue ataupun roti.
  • Molasses: umumnya digunakan untuk memuat minuman rum.
  • Gula batu: gula pasir padat berwarna putih atau cokelat yang dipadatkan hingga berbentuk balok. Umumnya digunakan untuk pemanis minuman.
  • Gula buah: gula jenis ini diubah menjadi alkohol dengan proses fermentasi.

Ternyata sebagai pemanis makanan dan minuman, gula juga digunakan dalam proses pembuatan kue sebagai pengembang, pemberi tekstur dan warna yang bagus, serta membantu proses fermentasi.

Terlalu Banyak Gula Berakibat Tidak Manis bagi Kesehatan

Semua jenis gula, baik gula alami maupun gula rafinasi adalah karbohidrat yang digunakan tubuh menjadi energi. Tetapi mengonsumsi terlalu banyak gula dapat membuat tubuh kelebihan kalori dan bisa menyebabkan gangguan kesehatan, seperti berikut ini.

  • Orang yang terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis, seperti minuman ringan dan kue, cenderung melewatkan makanan lain yang benar-benar bernutrisi dan mengandung vitamin serta mineral. Orang-orang dengan kondisi ini berisiko mengalami malagizi.
  • Meningkatnya kadar trigliserida dalam pembuluh darah dan jaringan lemak yang akan meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Konsumsi terlalu banyak gula berisiko menyebabkan penumpukan kalori yang berakibat kepada obesitas.
  • Gula menyebabkan penumpukan bakteri yang meningkatkan risiko gigi berlubang, terutama jika pengonsumsinya tidak menjaga kebersihan gigi.

Namun Anda tidak perlu sama sekali menghilangkan gula dari menu. Ada alternatif yang dapat dijalani untuk mensubtitusi konsumsi gula berlebih yang bisa jadi berbahaya.

  • Pilih jus buah yang 100 persen terbuat dari buah mentah daripada jus buah kemasan ataupun sirop rasa buah. Jus kemasan mengandung lebih banyak gula tambahan dan tidak mengandung serat yang Anda butuhkan.
  • Jika terbiasa mengonsumsi sereal, pilih yang mengandung lebih sedikit gula.
  • Konsumsi lebih banyak air mineral dibandingkan minuman dengan perisa, seperti soda, minuman berenergi, ataupun kopi.
  • Daripada es krim, kue manis, atau pai, lebih baik pilih buah potong segar sebagai camilan atau hidangan pencuci mulut.
  • Pemanis buatan mungkin dapat digunakan sebagai alternatif gula pasir, terutama bagi pengidap diabetes.

Hati-hati memilih produk berlabel ‘bebas gula’. Label semacam ini tidak bisa diartikan bahwa produk tersebut 100 persen bebas gula. Bagi Anda yang sedang menghindari asupan gula berlebih, perhatikan label pada kemasan tiap produk sebelum membelinya karena gula dapat disebut dengan nama yang berbeda-beda. Perhatikan nama-nama seperti sirop malt, sirop jagung/corn syrup, cane juice, cane syrup, corn sweeteners, high-fructose corn syrup, fruit juice concentrate, madu, molases, nectars, semuanya adalah zat-zat pemanis yang bisa mengandung gula juga.

Demikianlah postingan yang bertema kesehatan kali ini, semoga saja postingan yang berjudul Yuk, Kenalan dengan Gula Rafinasi dan Teman-temannya dapat memberikan manfaat kepada anda, setidaknya sebagai informasi tambahan dalam perawatan kesehatan sehari-hari.

Terimakasih… 🙂

Source link